KONTAK KAMI | Butuh bantuan? Klik disini!
  • Hotline - 081317414739
  • SMS - 081317414739
  • Whatsapp - 081 317 414 739
  • hjkarpet@gmail.com
Beranda » Artikel Terbaru » Masjid Abad 17 Gowa, Inilah Sejarah Masjid Tua Al Hilal Katangka

Masjid Abad 17 Gowa, Inilah Sejarah Masjid Tua Al Hilal Katangka

Diposting pada 6 Juli 2017 oleh achmad prayitno

Sejarah terbentuknya Masjid tua katangka berawal ketika kedatangan rombongan ulama yang berasal dari Yaman, yang datang di kerajaan Gowa, mereka bermaksud mengajak kerajaan gowa untuk memeluk agama Islam. Sebelum mereka sampai ke istana kerajaan gowa, mereka mampir di salah satu tempat kosong yang banyak pohon katangka. Karena hari itu, hari jumat maka mereka melaksanakan sholat jum’at di bawah pohon katangka. Setelah mereka melaksanakan sholat jum’at, lalu meraka melanjutkan perjalan menuju istana kerajaan gowa.

Setelah tiba di kerajaan, mereka menawarkan agama Islam ke raja gowa tetapi pada saat itu, Islam belum di terima karena ulama dari Yaman menawarkan Islam secara kaffah. Dari situ ulama dari Yaman langsung pulang pesisir pantai, disana mereka bertemu dengan tiga orang ulama yang berasal dari Minangkabau.

Dan mereka berdiskusi untuk kembali kekerajaan gowa untuk menawarkan agama Islam. Kemudian mereka kembali ke kerajaan gowa dan berhasil mendawakn agama Islam ke kerajaan Gowa, dan yang mengislamkan raja Gowa adalah Abdul Makmur Datuk Ribandang yang dijuluki Khatib tunggal.

Dan setelah Islam ini, diterima maka ditinjaulah dimana pertama kalinya mereka sholat jum’at untuk di dirikan masjid. Lalu raja Gowa memerintahkan untuk mendirikan masjid, dan di tebanglah pohon katangka tersebut dan dijadikan bahan bangunan masjid dan sampai sekarang masjid tua katangka masih tetap kokoh dengan menggunakan kayu katangka. Masjid tua Al Hilal katangka berdiri pada tahun 1603, pada masa pemerintahan raja Gowa ke 14 yang bernama Imangngarangi Daeng Marabiya Sultan Alaudin.

Masjid tua katangka ini, sejak berdiri sudah mengalami enam kali renovasi. “Keunikan lain dari masjid ini, bentuk mimbarnya di pengaruhi oleh budaya China, bentuk tiang dan dinding dipengaruhi oleh budaya eropa atau portugis, dan bentuk bangunan masjid di pengaruhi oleh budaya timur tengah, jawa, dan lokal.

Adapun keunikan lainya yaitu keunikan ukiran pintu naik ketumbar, menggunakan huruf arab tapi menggunakan bahasa makassar yang artinya, mimbar ini dibuat pada hari jum’at pada tanggal 2 muharram 1603 H yang dibuat oleh karaeng Katangka bersama Tuna lalalolowa, dan apabila jika khatib sudah berada di atas mimbar maka kita tidak boleh lagi berbicara.

Dan dua tombak yang barada di samping mimbar, itu dahulu di pegang oleh dua orang prajurit untuk menghalang para jamaah yang salah keyakinan. Khatib membuat konsep khutbah dari daun lontar yang panjang kebawah. Jadi sebagian jamaah meyakini, jika khutbah hampir selesai mereka berlomba mengigit ujung dari daun lontar tersebut. Mereka meyakini dengan mengigit daun lontar tersebut maka tidak ada ujung senjata yang menembus kulitnya atau menjadi kebal. Keyakinan sepeti ini bertentangan dengan ajaran Islam maka untuk itulah disiapkan dua prajurit.

Bagikan informasi tentang Masjid Abad 17 Gowa, Inilah Sejarah Masjid Tua Al Hilal Katangka kepada teman atau kerabat Anda.

Masjid Abad 17 Gowa, Inilah Sejarah Masjid Tua Al Hilal Katangka | KARPETMASJID.CO.ID

Komentar dinonaktifkan: Masjid Abad 17 Gowa, Inilah Sejarah Masjid Tua Al Hilal Katangka

Maaf, form komentar dinonaktifkan.

Temukan Kami

Hubungi Kami

KARPETMASJID.CO.ID

Marrakash Square Blok B5 No. 8-9,
Pondok Ungu Permai, Babelan
Bekasi Utara, Jawa Barat

E-mail : info@karpetmasjid.co.id

Telp./Fax : 021-889 747 33

Marketing : 0812-85-494-494

Facebook

Unable to display Facebook posts.
Show error

Error: Error validating application. Application has been deleted.
Type: OAuthException
Code: 190
Please refer to our Error Message Reference.

Portofolio

Kontak