KONTAK KAMI | Butuh bantuan? Klik disini!
  • Hotline - 081317414739
  • SMS - 081317414739
  • Whatsapp - 081 317 414 739
  • hjkarpet@gmail.com
Beranda » Artikel Terbaru » Sejarah Masjid Raya Cipaganti

Sejarah Masjid Raya Cipaganti

Diposting pada 6 Juli 2017 oleh achmad prayitno

Masjid Raya Cipaganti merupakan salah satu masjid tertua di Bandung dan menyimpan banyak sejarah, dibangun pada 1933 dengan arsiteknya Kamal Wolf Schoemaker (1882-1949), arsitek berkebangsaan Belanda yang juga arsitek dari Gereja Katedral Bandung dan Gedung Museum Konferensi Asia Afrika. Masjid Raya Cipaganti banyak dikunjungi wisatawan lokal dan mancanegara. Arsitektur Masjid menggabungkan arsitektur Eropa dengan arsitektur Jawa dan uniknya Masjid Cipaganti tidak memiliki kubah, namun Schoemaker mendesain suatu ruangan menara yang terletak dilangit-langit mesjid.

Pembangunan masjid memakan waktu relatif singkat hanya 1 tahun dengan biaya pembangunan bersumber dari kaum Bumi Putera (pribumi). Peletakan batu pertama oleh Bupati Bandung saat itu Raden Tb Hasan Soemadipraja bersama Patih Bandung Raden RG Wirijadinyang serta Raden Hadji Abdul Kadir. Masjid Raya Cipaganti juga pernah dijadikan markas tentara Pembela Tanah Air (PETA). Di dalam bangunan bisa ditemukan lampu kuningan antik yang menggantung, lampu tersebut menghiasi masjid sejak zaman kolonial dan masih terpelihara dengan baik. Toilet dan tempat wudhu masjid pun bersih. Peralatan sholat untuk umum pun tersedia.

Masjid Raya Cipaganti sudah beberapa kali mengalami renovasi. Misalnya di bagian pintu utama masjid terdapat monumen peresmian yang berbunyi: Rehabilitasi dan Pengembangan Masjid Raya Cipaganti 2 Agustus 1979 – 31 Agus 1988 Diresmikan 28 Oktober 1988 oleh Wali Kota Bandung Ateng Wahyudi. Kini total luas masjid mencapai 720 meter persegi di atas lahan seluas 2.52. meter persegi dengan masjid beratap kayu sirap. Setiap hari Jumat, masjid dipadati jamaah yang sering kali tak sanggup ditampung sehingga meluber ke jalan raya. Masjib Cipaganti sangat mudah diakses, cukup menyusuri Jalan Cipaganti menuju arah Setiabudi, bangunan masjid bisa ditemukan di pinggir kiri jalan. Jalan Cipaganti juga dilalui angkutan kota.

Bagikan informasi tentang Sejarah Masjid Raya Cipaganti kepada teman atau kerabat Anda.

Sejarah Masjid Raya Cipaganti | KARPETMASJID.CO.ID

Komentar dinonaktifkan: Sejarah Masjid Raya Cipaganti

Maaf, form komentar dinonaktifkan.

Temukan Kami

Hubungi Kami

KARPETMASJID.CO.ID

Marrakash Square Blok B5 No. 8-9,
Pondok Ungu Permai, Babelan
Bekasi Utara, Jawa Barat

E-mail : info@karpetmasjid.co.id

Telp./Fax : 021-889 747 33

Marketing : 0812-85-494-494

Facebook

Karpet Masjid membagikan kirimannya. ... See MoreSee Less

Sajadah Masjid Merk ASOFA, bahan polypropilene tebal 9mm dengan lebar 120 cm, panjang 30 mtr per roll, dibutuhkan agen / reseller untuk seluruh Indonesia.

View on Facebook

Alhamdulillah, pemasangan karpet masjid Al Amanah Kementrian Keuangan berjalan lancar. Karpet di design sesuai permintaan dan ukuran menyesuaikan bentuk ruangan masjid. ... See MoreSee Less

View on Facebook

Keset masjid ekslusif merk ASOFA uk 60 x 150 cm, bahan benang acrilic tebal 10mm membuat keset empuk dilapisi busa didalamnya sehingga mudah menyerap air dan backing karpet buana menjadikan keset tidak licin, sangat cocok utk masjid yg menggunakan karpet didalamnya karena akan mengurangi bau karpet yg basah dan cepet kotor karena kena kaki yg masih basah. Utk info silahkan hub 081317414739 bisa pesan khusus utk ukuran warna dan design / tulisan ... See MoreSee Less

View on Facebook

Sajadah Masjid Merk ASOFA, bahan polypropilene tebal 9mm dengan lebar 120 cm, panjang 30 mtr per roll, dibutuhkan agen / reseller untuk seluruh Indonesia. ... See MoreSee Less

View on Facebook

Portofolio

Kontak