KONTAK KAMI | Butuh bantuan? Klik disini!
  • Hotline - 081317414739
  • SMS - 081317414739
  • Whatsapp - 081 317 414 739
  • hjkarpet@gmail.com
Beranda » Artikel Terbaru » Alam Semesta Dalam Perspektif Al-Qur’an

Alam Semesta Dalam Perspektif Al-Qur’an

Diposting pada 11 April 2022 oleh Ahmad Fairuz

Alam Semesta – Qur’an hadits sebagaimana diketahui membahas ajaran-ajaran tentang ayat-ayat al-qur’an dan hadits-hadits yang bersangkutan dengan alam jagat raya ini. Di dalam qur’an hadist itu terdapat sub bahasan salah satunya penciptaan tentang langit dan bumi.

dari penjelasan tentang langit dan bumi, kita bisa mengetahui betapa besarnya Keagungan dan kekuasaan Allah terhadap alam semesta ini. Dari dulu perbincangan pendapat tentang penciptaan langit dan bumi menimbulkan munculnya bebagai teori tentang proses terciptanya bumi dan langit ini.

Salah satu teori yang paling berpengaruh dan paling mendekati sampai sekarang adalah teori The Big Bang. Soal penciptaan langit dan bumi Al-Qur’an juga membahasnya dalam enam ayat. Ayat-ayat itu menceritakan proses penciptaannnya, penghancurannya, dan pengembaliannya kebentuk semula secara sempurna, indah, teliti, dan mengagumkan.

Para ahli astronomi menyatakan bahwa yang mengontrol perilaku benda-benda langit setelah kehendak Allah adalah massa materi (mass of matter) dan energi (mass of energy) yang berkumpul di dalam benda-benda itu.

Jadi, yang membuat bumi menjadi planet yang dingin, memiliki selimut gas (atmosfer) dan air (laut), dan baik untuk kehidupan manusia adalah massa terebut.

PENCIPTAAN LANGIT DAN BUMI

alam semesta

ilustrasi gambar langit dan bumi

Alam semesta yang misterius, yang terdiri dari bintang, planet, nebula, komet, meteor dan angkasa, begitu luas diameternya. Sehingga luasnya hanya bisa diungkapkan dalam angka- angka yang memukau imajinasi kita. Itu pun tanpa mampu menggambarkan kesan sebenarnya dari keluasan tersebut.

Al-Quran menggambarkan kedahsyatan langit yang paling rendah. Langit yang paling rendah merupakan langit yang diatapi oleh Bima Sakti yang disebut-sebut para astronom memiliki seratus miliar bintang.

Karenanya, jumlah seluruh bintang tak dapat di bayangkan. Al-Qur’an dan juga perjanjian perjanjian lama berbicara tentang penciptaan bumi. Keduanya menyatakan bahwa penciptaan itu memankan waktu enam hari. Kata “Yaum” dalam bahasa Ibrani dan Arab tidak meski berarti yang 24 jam itu, melainkan suatu kurun waktu yang tak terbatas.

Baik Injil maupun Al-Qur’an juga peranh menyebut hari yang lamanya 50.000 tahun (Q.S. al-Ma’arij: 4). Al-qur’an adalah kitab petunjuk. Allah menurunkan nya untuk menjelaskan kepada manusia hal-hal yang tidak bisa dimengerti oleh akal sehat manusia.

Didalam ayat-ayat al quran tentunya mengandung beberapa fakta ilmiah tentang alam semesta yang tak bisa diperdebatkan karena merupakan wahyu dari sang pencipta yang merupakan kebenaran mutlak.

Ayat-ayat itu menceritakan proses penciptaannya penghancuran dan pengembalian kebentuk semula secara sempurna, indah, teliti, dan menganggumkan. Ayat-ayat itu antara lain;

  1. “Lalu, Aku bersumpah dengan tempat beredar nya bintang-bintang. Dan, sesungguhnya itu benar-benar sumpah yang besar sekiranya kamu mengetahui.” (Al-Waqi’ah: 75-76).
  2. “Dan, langit Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan Kami benar-benar meluaskannya.” (Adz-Dzariyat: 47).
  3. “Dan, apakah orang-orang kafir tidak mengetahui bahwa langit dan bumi dahulunya menyatu, kemudian Kami pisahkan keduanya.” (Al-Anbiya’: 30).
  4. “Kemudian, Dia menuju ke langit dan langit itu masih berupa asap.” (Fushshilat; 11).
  5. “(Ingatlah) pada hari ketika langit Kami gulung seperti menggulung lembaran- lembaran kertas. Sebahgaimana kami telah memulai penciptaan pertama, begitulah kami akan mengulanginya lagi. (suatu janji yang pasti Kami tepati. Sungguh, Kami akan melaksanakannya.” (Al-Anbiya’:104).

ORBIT BINTANG

alam semesta

ilustrasi gambar orbit bintang

Ketika para ilmuwan mengamati bintang-bintang, mulai mempelajari orbit-orbitnya, dan menentukan sift-sifat fisik dan kimiawinya, mereka menemukan bahwa alam semesta yang melingkupi kita kita ini adalah alam yang senantiasa mengembang dan meluas.

Bagaimana mereka bisa menemukan kenyataan tersebut? Mereka menemukannya melalui percobaan sederhana terhadap sumber cahaya yang dilihat dengan kaca prisma.

Kaca prisma itu menguraikan cahaya putih ketika berlangsung pembakaran olehnya menjadi tujuh spektrum warna yang memiliki panjang gelombang sendiri-sendiri.

Tujuh spektrum itu adalah merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu. Jika sumber cahaya bergerak menjauhi kita, kumpulan warna itu akan beralih menjadi warna merah. Sebab, spektrum warna merah adalah yang paling pendek.

Jika sumber cahaya statis, kumpulan warna itu akan menampilkan tujuh spektrum warna tersebut. Namun jika cahaya bergerak mendekati kita, kumpulan warna itu berubah menjadi spektrum biru, kemudian ungu.

Sebab, spektrum warna ungu adalah yang paling panjang gelombangnya. Oleh sebab itu, manusia tidak akan pernah bisa menemukan batas pinggir alam yang bisa diamati.

Pasalnya, setiap kali manusia mengembangkan peralatan astronominya, alam pun mengembang, sehingga manusia perlu mengembangkan peralatannya lagi.

Al-Quran menggambarkan fakta ini dengan sangat detail, “Dan, langit Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan Kami benar-benar meluaskannya.” (Adz-Dzariyat: 47).

Al-Quran menyebutkan adanya bintang-bintang secara umum tanpa menunjuk tempatnya secara khusus. Hal ini karena Al-Quran bukanlah kitab astronomi dan bukan pula memberikan pelajaran tentang astronomi. Melainkan ia adalah Kitab Suci Tuhan untuk memberi petunjuk kepada manusia dalam kehidupan di dunia ini.

Baca Juga: Makanan Halal Dalam Perspektif Al-Qur’an

PENCIPTAAN ALAM SEMESTA

alam semesta

ilustrasi gambar alam semesta

Alam sekarang sedang mengembang. Jika kita ingin melihat asal-muasalnya, hendaknya kita kembali ke masa lalu hingga kita menemukan materi yang pertama.

Materi ini memiliki intensitas energi yang sangat tinggi sehingga membuatnya krisis, materi pertama itu kemudian meledak dan berubah menjadi gumpalan asap.

Dari gumpalan asap inilah Allah menciptakan pusaran yang mengumpulkan sejumlah materi dan energi di sekeliling pusat gravitasi (pusaran).

Kumpulan materi dan energi itu berakumulasi di dalam dirinya hingga dengan kekuasaan-Nya terbentuk menjadi beberapa benda angkasa yang beraneka rupa.

Teori Big Bang ini, yang oleh sains empiris dianggap sebagai fakta, hanya sebatas teori saja. Petunjuk tentang hal ini telah ada di dalam Al-Quran sejak 1400 tahun yang lalu.

Hal ini menjadikan Al-Quran sebagai pelopor teori ini dan memberikan fondasi yang kukuh bagi teori Big Bang sebagai suatu fakta karena adanya petunjuk di dalam Al-Quran.

Atas dasar itu, alam semesta pada mulanya adalah sebuah materi padat (periode masih –bersatu), lalu materi itu meledak (periode pemisahan), dan kemudian berubah menjadi gumpalan asap (periode asap).

Para ilmuwan empiris menyatakan bahwa alam berubah menjadi gumpalan debu, sedangkan Al-Quran mengatakan, “Kemudian, Dia menuju ke langit dan (langit) itu masih berupa asap, lalu Dia berfirman kepadanya dan kepada bumi, ‘Datanglah kamu berdua menurut perintah- Ku dengan patuh atau terpaksa.’ Keduanya menjawab,’Kami datang dengan patuh’.” (Fushshilat: 11).

Sudah menjadi kebenaran ilmiah setiap benda angkasa yang bergerak di angkasa, berapa pun massanya, di control oleh kekuatan gravitasi dan kekuatan kontra gravitasi.

Kalau manusia tidak mengerti pergerakan benda- benda di angkasa, tentu manusia tidak bisa meluncurkan satelit dan tidak pula menjelajahi antariksa.

Adapun masuk ke langit tidak mungkin dilakukan kecuali melalui suatau pintu yang dibukakan. Sedanagkan pergerakan benda-benda angakasa hanya dalam lintasan berupa garis melengkung, tidak lurus.

Inilah yang oleh Al-Qur’an disebut uruj (naik ke langit). Itulah sebagian kemukjizatan ilmia yang terdapat pada firman Allah, “Dan, kalu Kami bukakan kepada mereka salah asatu pintu lagit, lalu mereka terus-menerus naik ke atasnya, tentulah mereka berkata, “Sesungguhnya pandangan kamilah yang dikaburkan, bahkan kami adalah orang yang terkena sihir.” (Al-Hijr:14-15).

Cek artikel terbaru dan menarik lainnya disini.

Bagikan informasi tentang Alam Semesta Dalam Perspektif Al-Qur’an kepada teman atau kerabat Anda.

Alam Semesta Dalam Perspektif Al-Qur’an | KARPETMASJID.CO.ID

Komentar dinonaktifkan: Alam Semesta Dalam Perspektif Al-Qur’an

Maaf, form komentar dinonaktifkan.

Temukan Kami

Facebook

Unable to display Facebook posts.
Show error

Error: API access disrupted. Go to the App Dashboard and complete Data Use Checkup.
Type: OAuthException
Code: 200
Please refer to our Error Message Reference.

Portofolio

Kontak