KONTAK KAMI | Butuh bantuan? Klik disini!
  • Hotline - 081317414739
  • SMS - 081317414739
  • Whatsapp - 081 317 414 739
  • hjkarpet@gmail.com
Beranda » Artikel Terbaru » Benarkah Siaran TV akan di matikan ?

Benarkah Siaran TV akan di matikan ?

Diposting pada 27 Mei 2022 oleh RAFLY RND

sumber : idx channel

Rencana KEMENTRIAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA akan mematikan siaran TV berbasis  analog dan digantikan dengan siaran digital . Seringkali kalian mendengar bahwa ada beberapa orang yang berbicara ” Sudah tidak pernah menonton TV lagi ”

Karena sebagian besar masyarakat Indonesia banyak melakukan aktivitasnya di media online , terlebih media online memudahkan masyarakat dalam mencari informasi dan menghubungi kerabat jauh serta banyak manfaat lain yang di dapat dengan media online . Jika seperti ini , apakah lama-kelamaan Siaran TV akhirnya akan di matikan dan digantikan dengan media Online ?

Menjawab pertanyaan ini , biasnya di gunakan untuk perbandingan dengan media cetak seperti : koran , majalah , hampir semuanya tergantikan oleh media online .

Kalau mimin bicara sebagai orang awam, penanda hilangnya media cetak dari peredaran ditandai dengan sulitnya mencari koran bekas. Saya seorang muslim. Waktu kecil, jika Saya salat hari raya di lapangan atau datang agak terlambat salat Jumat, maka kita akan siapkan koran bekas buat jadi alas. Usai salat di masjid atau di lapangan, biasanya para pemulung sudah menanti mengumpulkan koran bekas alas salat untuk dijual kembali. Namun sekarang tidak ada lagi koran bekas. Masjid pun menyiapkan terpal buat jadi alas sajadah salat di luar ruangan.
Namun pengamatan awam ini tidak sepenuhnya benar untuk menyebut hilangnya media cetak. Sampai saat ini media cetak masih tersirkulasi di seluruh dunia. Memang sirkulasi koran dan majalah menurun drastis karena tergantikan dengan media online. Namun media ini tidak mati. Data menunjukkan masih ada pengiklan yang mengeluarkan anggaran untuk media cetak.

sumber : detikinet.com

Pasalnya, di tengah kondisi saat ini, pemerintah mengharuskan masyarakat membeli perangkat set top box atau STB sebagai alat bantu siaran televisi digital bila siaran analog dipadamkan.

“STB ini penting, jangan sampai masyarakat, terutama kalangan miskin, harus dibebankan set top box yang seharusnya tidak menjadi beban mereka,” pemerintah juga di harapkan mempertimbangkan kondisi masyarakat di kala pandemi baru berakhir .

Siaran TV dan Media Baru

Sebelum beranjak menjawab pertanyaan apakah siaran televisi akan mati karena munculnya media baru, pertanyaan serupa juga muncul pada masa awal keemasan TV di tahun 1950-an. Seperti media online pada masa sekarang, kemunculan media TV menjadi ancaman bagi media yang lebih dulu ada pada masa itu. Film atau tayangan bioskop menjadi satu media yang paling terancam. Sama-sama menayangkan karya audio visual, kemunculan TV sebagai media baru kala itu menggerus popularitas film bioskop. Program TV juga semakin menarik. Mereka menyuguhkan tayangan audio visual setiap hari dari pagi sampai malam. Ini membuat popularitas film bioskop semakin menyusut. Kejayaan industri film mulai pudar seiring meningkatnya popularitas televisi. Namun apakah industri film akhirnya mati?
Bisa kita lihat sampai masa sekarang pun orang masih menonton ke bioskop. Industri film berinovasi. Studio produksi mempertinggi kualitas film baik dari kekuatan cerita, pemeran, sinematografi, hingga pengembangan teknologi audio visual dengan efek-efek spektakuler. Bioskop juga mengimbangi teknologi film dengan menyediakan sistem audio, kejernihan tayangan hingga tampilan 3 dimensi, sampai pengalaman 4 dimensi menggabungkan tayangan di layar dengan efek-efek di seputar tempat duduk penonton. Menonton film di bioskop menjadi pengalaman hiburan tersendiri sehingga tidak bisa disamakan oleh tayangan televisi.
Kemunculan TV sebenarnya juga mengancam industri radio. Situasi ini digambarkan dalam lagu “Video Killed The Radio Star”. Lagu karya Bruce Woolley, dkk yang dipopulerkan oleh The Buggles ini dirilis pada tahun 1979. Dalam lagu ini digambarkan nostalgia mendengarkan radio pada tahun 50-an yang tergerus oleh kemunculan televisi.
Pada masa kejayaan radio di AS yang beriringan dengan industri film Holywood, masyarakat mendengarkan radio bersama di ruang keluarga. Pada masa itu pesawat radio berukuran besar, sehingga sulit untuk dipindah-pindahkan. Tentunya kecenderungan mendengar radio bersama keluarga tergantikan oleh TV dengan sifat media audio visual yang lebih menarik. Namun industri radio pun berinovasi dengan membuat pesawat radio lebih kecil, sehingga bersifat “portabel” atau bisa dibawa ke mana-mana. Kita bisa lihat bagaimana radio masih bertahan sampai saat ini. Setidaknya orang masih mendengarkan radio sebagai teman berkendara di mobil.
Lalu, apakah TV akan mati? Melihat contoh-contoh bagaimana industri film dan radio mampu bertahan dengan melakukan Inovasi , Tentunya akan berlaku pada sebuah industri televisi .

 

 

Bagikan informasi tentang Benarkah Siaran TV akan di matikan ? kepada teman atau kerabat Anda.

Benarkah Siaran TV akan di matikan ? | KARPETMASJID.CO.ID

Belum ada komentar untuk Benarkah Siaran TV akan di matikan ?

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Temukan Kami

Facebook

Unable to display Facebook posts.
Show error

Error: API access disrupted. Go to the App Dashboard and complete Data Use Checkup.
Type: OAuthException
Code: 200
Please refer to our Error Message Reference.

Portofolio

Kontak