KONTAK KAMI | Butuh bantuan? Klik disini!
  • Hotline - 081317414739
  • SMS - 081317414739
  • Whatsapp - 081 317 414 739
  • hjkarpet@gmail.com
Beranda » Artikel Terbaru » Kandungan Dalam Ganja Medis

Kandungan Dalam Ganja Medis

Diposting pada 30 Juni 2022 oleh RAFLY RND

sumber : rumah cemara

Isu legalisasi ganja untuk medis menyeruak setelah salah satu seseorang datang ke car free day jakarta pada minggu pagi.

Mereka menanti keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) berkenaan dengan uji materi Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Mereka berharap ganja yang masuk dalam daftar narkotika golongan 1 itu dapat digunakan untuk kepentingan medis.

Di Indonesia penggunaan ganja masih dilarang termasuk dalam urusan medis.

Sementara itu, di luar negeri paling tidak ada enam negara yang melegalkan ganja medis. Keenam negara tersebut yakni Kroasia, Republik Ceko, Uruguay, Kanada, Argentina dan Thailand.

Cannabidiol atau CBD adalah komponen dari ganja yang digunakan dalam mengatasi masalah kesehatan. CBD hanya sedikit mengandung atau bisa sama sekali tidak mengandung tetrahydroacannabinol (THC), yakni senyawa kimia yang membuat hilang kesadaran dan ngefly.

Berbagai studi dengan beragam level terhadap ganja untuk keperluan medis memang telah dilakukan. Misalnya dalam studi observasional di mana partisipan hanya melaporkan pengalaman dari penggunaan ganja. Lalu ada juga penelitian di level pengujian pada hewan juga terdengar menjanjikan soal manfaat ganja. Meski terbatas, ada juga penelitian pada manusia yang memperlihatkan manfaat ganja.

1.Penyakit Kronis

Dalam uji klinis pada manusia yang memiliki masalah kesehatan seperti peripheral neuropathy (nyeri saraf pada diabetesi) cedera tulang belakang, HIV, kanker, kemoterapi, masalah otot dan sendi, rheumatoid arthritis dan multiple sclerosis memperlihatkan bahwa ganja bisa mengurangi rasa sakit atau nyeri. Berdasarkan laporan dari NASEM Report 2017, ganja bisa mengurangi rasa nyeri hingga 40 persen.

2.Insomnia

The National Academies mengatakan manfaat ganja untuk orang insomnia di level sedang. Dalam studi yang dilakukan di Colorado, sekitar 86 persen partisipan mengatakan ganja bisa membantu tidur.

Dengan menghubungkan reseptor cannabinoid pada sel otak, THC dan CBD mungkin dapat bekerja sama untuk tidur yang lebih baik, setidaknya dalam jangka pendek, pada orang dengan insomnia karena nyeri, apnea tidur obstruktif, fibromyalgia, multiple sclerosis dan kecemasan. dan lain-lain .

 

 

 

 

Bagikan informasi tentang Kandungan Dalam Ganja Medis kepada teman atau kerabat Anda.

Kandungan Dalam Ganja Medis | KARPETMASJID.CO.ID

Belum ada komentar untuk Kandungan Dalam Ganja Medis

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Temukan Kami

Facebook

Unable to display Facebook posts.
Show error

Error: API access disrupted. Go to the App Dashboard and complete Data Use Checkup.
Type: OAuthException
Code: 200
Please refer to our Error Message Reference.

Portofolio

Kontak