KONTAK KAMI | Butuh bantuan? Klik disini!
  • Hotline - 081317414739
  • SMS - 081317414739
  • Whatsapp - 081 317 414 739
  • hjkarpet@gmail.com
Beranda » Artikel Terbaru » Keutamaan Ibadah Haji dan Umrah

Keutamaan Ibadah Haji dan Umrah

Diposting pada 8 April 2022 oleh Ahmad Fairuz

Ibadah Haji adalah rukun islam yang terakhir. Sebagai muslim yang taat tentunya ingin mengerjakan semua lima rukun Islam, syahadat, sholat, zakat, puasa dan pergi haji. Namun tidak semua orang diwajibkan untuk melakukan ibadah haji.

Haji hanya dilaksanan bagi orang yang mampu saja. Pengertian mampu yaitu mempunyai bekal yang cukup untuk pergi dan bekal bagi keluarga yang ditinggalkannya. Sama halnya dengan umrah yang dapat dilakukan pada bulan- bulan lain selain bulan Zulhijah.

Haji dan umrah merupakan suatu kegiatan rohani yang di dalamnya terdapat pengorbanan, ungkapan rasa syukur, berbuat kebajikan dengan kerelaan hati, melaksanakan perintah Allah SWT.

Pengertian Haji & Umrah

Secara bahasa Haji adalah menuju ke suatu tempat secara berulang-ulang, atau menuju ke suatu tempat yang dimuliakan atau diagungkan oleh suatu kaum peradaban. Ibadah umat Islam ke Mekkah (Baitullah) inilah yang disebut Haji.

Sebab Baitullah adalah tempat yang diagungkan dan tempat yang suci bagi umat Islam. Adapun menurut istilah, kalangan ahli fiqh mengartikan bahwa Haji adalah niatan datang ke Baitullah untuk menunaikan ritual ibadah tertentu.

Ibnu Al-Humam mengartikan bahwa Haji adalah pergi menuju Baitul Haram untuk menunaikan aktivitas tertentu pada waktu tertentu.

Para ahli fiqh lainnya juga berpendapat bahwa Haji adalah mengunjungi tempat-tempat tertentu dengan perilaku tertentu pada waktu tertentu.

Penetapan waktu Haji sendiri ada kalangan yang berpendapat bahwa Haji diwajibkan pada tahun 5H, namun ada yang mengungkapkan lain yaitu: tahun 8H, 9H bahkan ada yang berpen-dapat jauh sebelum tahun Hijriah.

Namun Nabi Muhammad s.a.w. baru menunaikan ibadah Haji pada tahun 10H sebab pada tahun 7H beliau keluar ke Mekkah untuk menunaikan dan tidak berhaji.

Adapun umrah menurut bahasa bermakna ‘ziarah’. Sedangkan menurut syara’ umrah ialah menziarahi ka’bah, melakukan tawaf di se-kelilingnya, bersa’i antara Shafa dan Marwah dan mencukur atau menggunting rambut dengan cara tertentu dan dapat dilaksanakan setiap waktu.

Hukum Haji & Umrah

ibadah haji

sumber: pinterest

Hukum melaksanakan haji adalah wajib bagi setiap muslim yang mampu, sesuai dengan firman Allah dalam Surah Ali Imran Ayat 97.

Ibadah haji, fardhu adalah sesuatu yang apabila tidak dikerjakan sesuai ketentuannya, maka ibadah haji tidak sah seperti tidak melakukan wukuf di ‘Arafah.

Wajib dalam ibadah haji atau umrah adalah sesuatu yang jika diabaikan secara keseluruhan, atau tidak memenuhi sya-ratnya maka haji atau umrah tetap sah, tetapi orang yang bersangkutan harus melaksanakan sanksi yang telah ditetapkan.

Misalnya, kewa-jiban melempar jumroh, bila ia diabaikan, maka ia harus diganti dengan membayar dam (denda). Sesuatu yang sunnah bila dilakukan, atau sesuatu yang makruh.

Jika ditinggalkan dapat mendukung kesempurnaan ibadah haji dan umrah. Sedang sesuatu yang mubah, tidak berdampak apa pun terhadap ibadah.

Sedangkan umrah hukumnya mutahabah artinya baik untuk dilakukan dan tidak diwajibkan atau disebut tatawwu, yang artinya ialah tidak diwajibkan.

Tetapi baik dilakukan untuk mendekatkan diri kepada Allah dan melakukannya lebih utama dari pada meninggalkannya karena tatawwu mempunyai ganjaran pahala.

Baca Juga: Mari Meyakini Hari Akhir

Syarat Wajib Haji & Umrah

Orang-orang yang wajib menjalankan haji dan Umroh itu hanyalah yang memenuhi syarat-syarat berikut;

  1. Islam (beragama Islam merupa-kan syarat mutlak bagi orang yang akan melaksanakan ibadah haji dan umrah. Karena itu orang-orang kafir tidak mempunyai kewa-jiban haji dan umrah. Demikian pula orang yang murtad)
  2. Berakal (yaitu wajib bagi orang yang bisa membedakan yang mana kebaikan dan yang mana keburukan)
  3. Baligh (bagi laki-laki yaitu sudah pernah berimpi basah atau umur lebih 15 tahun dan bagi perempuan sudah keluar darah haid. Anak kecil tidak wajib haji dan umrah)
  4. Merdeka (yaitu tidak menjadi budak orang lain. Budak tidak wajib melakukan ibadah haji karena ia bertugas melakukan kewajiban yang dibebankan oleh tuannya)
  5. Mampu (artinya yaitu mampu dalam perjalanan, mampu harta, dan mampu badan atau sehat jasmani dan rohani)

Rukun Haji & Umrah

ilustrasi gambar wukuf di arafah

Rukun haji adalah kegiatan-kegiatan yang apabila tidak dikerjakan, maka hajinya dianggap batal. Berbeda dengan wajib Haji, wajib Haji adalah suatu perbuatan yang perlu dikerjakan.

Namun wajib Haji ini tidak menentukan sah nya suatu ibadah haji, apabila wajib haji tidak dikerjakan maka wajib digantinya dengan dam (denda). Rukun haji ada enam, yaitu:

a. Ihram (Berniat)

Ihram adalah berniat mengerjakan Haji atau Umrah bahkan keduanya sekaligus, Ihram wajib dimulai miqatnya, baik miqat zamani maupun miqat makani.

Sunnah sebelum memulai ihram diantarnya adalah mandi, menggunakan wewangian pada tubuh dan rambut, mencukur kumis dan memotong kuku.

Untuk pakaian ihram bagi laki-laki dan perempuan berbeda, untuk laki-laki berupa pakaian yang tidak dijahit dan tidak bertutup kepala, sedangkan perempuan seperti halnya shalat (tertutup semua kecuali muka dan telapak tangan).

b. Wukuf (Hadir) di Arafah

Waktu wukuf adalah tanggal 9 dzulhijjah pada waktu dzuhur, setiap seorang yang Haji wajib baginya untuk berada di padang Arafah pada waktu tersebut.

Wukuf adalah rukun penting dalam Haji, jika wukuf tidak dilaksanakan dengan alasan apapun, maka Hajinya dinyatakan tidak sah dan harus diulang pada waktu berikutnya.

Pada waktu wukuf disunnah-kan untuk memperbanyak istighfar, zikir, dan doa untuk kepentingan diri sendiri maupun orang banyak, dengan mengangkat kedua tangan dan menghadap kiblat.

c. Tawaf Ifadah

Tawaf ifadah adalah mengelilingi Kakbah sebanyak 7 kali dengan syarat: suci dari hadas dan najis baik badan maupun pakaian, menutup aurat, kakbah berada di sebelah kiri orang yang mengelilinginya, memulai tawaf dari arah hajar aswad (batu hitam) yang terletak di salah satu pojok di luar Kakbah. Macam-macam tawaf itu sendiri ada lima macam yaitu:

  1. Tawaf qudum adalah tawaf yang dilakukan ketika baru sampai di Mekah.
  2. Tawaf ifadah adalah tawaf yang menjadi rukun haji.
  3. Tawaf sunah adalah tawaf yang dilakukan semata-mata mencari rida Allah.
  4. Tawaf nazar adalah tawaf yang dilakukan untuk memenuhi nazar.
  5. Tawaf wada adalah tawaf yang dilakukan sebelum meninggalkan kota Mekah.

d. Sa’i

Sa’i adalah lari-lari kecil atau jalan cepat antara Safa dan Marwa (keterangan lihat QS Al Baqarah: 158). Syarat-syarat sa’i adalah sebagai berikut.

  1. Dimulai dari bukit Safa dan berakhir di bukit Marwa.
  2. Dilakukan sebanyak tujuh kali.
  3. Melakukan sa’i setelah tawaf qudum.

e. Tahalul

Tahalul adalah mencukur atau menggunting rambut sedikitnya tiga helai. Setelah melaksanakan Sa’i, para jamaah laki-laki akan mencukur atau merapikan rambut mereka.

Sedangkan untuk jamaah perempuan hanya perlu memotong rambutnya sedikit. Ritual ini disebut dengan Tahallul. Ketika selesai melakukan Tahallul, semua larangan dalam haji boleh dilakukan kecuali hubungan suami istri.

f. Tertib

Tertib adalah rukun haji yang terakhir, artinya rukun haji harus dilakukan secara berurutan, tidak boleh melompati. Misalnya, setelah melakukan thawaf seharusnya seorang jamaah haji kemudian melakukan sa’i, tidak diperkenankan jika melakukan tahalulul dulu baru sa’i.

Masalah pelaksanaan Haji dan Umroh adalah masalah yang penting, karena termasuk dari bagian rukun Islam yang ke lima. Pelaksaan ibadah Haji dan Umroh haruslah sesuai dengan tata cara yang telah diatur dalam syari’at Islam.

Dalam hal ini seseorang yang ingin melaksanakan ibadah Haji dan Umroh haruslah mengetahui Rukun, Syarat, sesuatu yang diwajibkan dalam Ibadah Haji dan Umroh serta kesunnahan-kesunnahannya.

Cek artikel terbaru dan menarik lainnya disini.

Bagikan informasi tentang Keutamaan Ibadah Haji dan Umrah kepada teman atau kerabat Anda.

Keutamaan Ibadah Haji dan Umrah | KARPETMASJID.CO.ID

Komentar dinonaktifkan: Keutamaan Ibadah Haji dan Umrah

Maaf, form komentar dinonaktifkan.

Temukan Kami

Facebook

Unable to display Facebook posts.
Show error

Error: API access disrupted. Go to the App Dashboard and complete Data Use Checkup.
Type: OAuthException
Code: 200
Please refer to our Error Message Reference.

Portofolio

Kontak