KONTAK KAMI | Butuh bantuan? Klik disini!
  • Hotline - 081317414739
  • SMS - 081317414739
  • Whatsapp - 081 317 414 739
  • hjkarpet@gmail.com
Beranda » Artikel Terbaru » Konsep Ilmu Dalam Islam

Konsep Ilmu Dalam Islam

Diposting pada 14 April 2022 oleh Ahmad Fairuz

Konsep Ilmu – Dalam Islam, ilmu menempati posisi dan peran yang sangat strategis. Sangat banyak ayat Alquran maupun Hadis yang menegaskan keharusan umat Islam untuk menguasai ilmu.

Fungsi Adam sebagai seorang khalifah ditandai dengan pengajaran ilmu (asmâa kullaha) dari Allah, yang kemudian membuat Adam pantas untuk disujudi oleh para malaikat.

Allah juga telah menjanjikan orang yang beriman dan memiliki ilmu pada posisi yang lebih tinggi derajatnya.

Islam yang terjadi secara beruntun sejak beberapa abad belakangan ini, disebabkan oleh kerancuan ilmu (corruption of knowledge) dan lemahnya penguasaan umat terhadap ilmu.

Faktor-faktor inilah jelas al-Attas, yang menjadikan umat Islam menghadapi berbagai masalah di bidang politik, ekonomi, sosial, dan budaya.

konsep ilmu

sumber : pinterest

Berangkat dari pemikiran di atas, maka artikel ini ditulis sebagai penjelasan terhadap konsep ilmu dalam Islam.

Ada dua aspek utama yang didiskusikan dalam artikel ini. Pertama, berkaitan dengan pandangan sekitar makna dan hakikat ilmu dalam Islam.

Dan yang kedua, berkenaan dengan pandangan tentang sumber-sumber ilmu dalam Islam.

Baca Juga: Biografi Nabi Muhammad

Makna dan Hakikat Ilmu

Secara kebahasaan, ilmu berasal dari akar kata ‘ilm yang diartikan sebagai tanda, penunjuk, atau petunjuk agar sesuatu atau seseorang dikenal.

Demikian juga ma’lam, artinya tanda jalan atau sesuatu agar seseorang membimbing dirinya atau sesuatu yang membimbing seseorang. Selain itu, ‘alam juga dapat diartikan sebagai penunjuk jalan.

Di dalam Alquran, penjelasan tentang konsep ilmu terdiri dari dua macam. Pertama, ilmu yang diperoleh tanpa upaya manusia atau disebut juga ilmu laduni sebagaimana disebutkan dalam Q.S. al-Kahfi [18]: 65.

Kedua, ilmu yang diperoleh karena usaha manusia atau dinamai ilmu kasbi. Ayat-ayat tentang ilmu kasbi ini jauh lebih banyak daripada yang berbicara tentang ilmu laduni.

Kenyataan ini sekaligus menjadi pesan implisit yang kuat bahwa jenis ilmu yang kedua inilah yang lebih ditekankan dalam Islam.

Selanjutnya, secara sederhana dapat dikemukakan bahwa hakikat ilmu dalam Islam meliputi tiga bidang utama.

Pertama, bidang yang lahir dari proses pengamatan terhadap suatu objek tertentu yang dapat diindra seperti sains kealaman yang menjadikan alam raya dan kehidupan di dalamnya sebagai basis pengembangan ilmu.

Kedua, bidang yang menggunakan kemampuan logika nalar atau akal seperti filsafat. Ketiga, bidang yang menjadikan teks wahyu Ilahi atau intuisi sebagai sumber data atau informasi, umumnya ilmu-ilmu agama masuk dalam kategori ini.

Sumber Ilmu

Berpijak pada pandangan tentang hakikat ilmu dalam Islam, ada tiga sumber ilmu yang diyakini dan dipegangi umat Islam, yakni: sumber ilmu yang berasal dengan ayat-ayat qauliyyah (wahyu Tuhan); sumber ilmu yang terkait dengan ayat-ayat kauniyyah (alam semesta); dan sumber ilmu yang berhubungan dengan ayat-ayat insâniyyah (diri manusia).

Ayat-ayat di sini dimaksudkan sebagai tanda-tanda kekuasaan Allah yang menjadi tuntutan bagi manusia untuk dikaji secara intensif, sehingga dapat dipahami aturan main Tuhan yang terdapat padanya agar dapat dimanfaatkan untuk kehidupan umat manusia yang lebih baik.

1. Ayat-ayat Qauliyyât

Ayat qauliyah adalah ilmu Allah SWT dalam bentuk wahyu-Nya yang terdapat dalam Al-Qur`an dan As-Sunnah.

Kedudukan Alquran sebagai ayat-ayat qauliyyah (words of God) menempati posisi yang sangat strategis.

Bahkan sering kali diposisikan lebih tinggi dibandingkan sumber epistemologi lain yang lazim dipergunakan semisal alam raya yang dikenal dengan ayat-ayat kauniyyah (worlds of God) ataupun ayat-ayat insâniyyah.

Bahkan, tingkat kesahihannya dipandang lebih dapat diandalkan, karena ia merupakan firman Tuhan Sang Maha Pencipta, yang menciptakan alam raya dan diri manusia.

Keberadaannya juga sekaligus menjadi sumber inspirasi dalam memandang sumber-sumber ilmu lainnya, karena dalam Alquran juga dibicarakan mengenai alam raya beserta proses penciptaannya serta banyak aspek dari kemanusiaan.

Baca Juga: Sejarah Turunnya Al-Qur’an

2. Ayat-ayat Kauniyyât

Ayat kauniyyat adalah ayat atau tanda yang wujud di sekeliling manusia yang diciptakan oleh Allah.

Ayat-ayat ini adalah ayat-ayat dalam bentuk segala ciptaan Allah berupa alam semesta dan semua yang ada di dalamnya.

Ayat-ayat ini meliputi segala macam ciptaan Allah, baik itu yang kecil (mikrokosmos) ataupun yang besar (makrokosmos).

Bahkan diri kita baik secara fisik maupun psikis juga merupakan ayat kauniyah. Oleh karena alam ini hanya mampu dilaksanakan oleh Allah dengan segala sistem dan peraturannya yang unik, maka ia menjadi tanda kehebatan dan keagungan Penciptanya.

3. Ayat-ayat Insâniyyâh

Ayat insaniyyah merupakan ayat tentang manusia. Manusia merupakan bagian dari alam, namun mengingat kompleksitas fungsi atau tugas yang harus dilaksanakannya.

Serta keberadaannya yang menjadi subjek istimewa sekaligus juga objek kajian yang menarik dan melahirkan berbagai ragam keilmuan, membuatnya ditempatkan pada posisi tersendiri sebagai bagian dari sumber ilmu.

Sebagai penutup dari artikel ini dapat disimpulkan, bahwa konsep Islam tentang ilmu cukup komprehensif. Ilmu dapat dipadankan dengan science dalam tradisi Barat, namun dengan pemaknaan yang lebih luas.

Cakupan ilmu dalam Islam tidak sebatas yang fisikal dan dapat diamati (observable) saja, tetapi juga meliputi aspek metafisika. Ilmu dalam Islam identik dengan nilai objektifitas (ala mâ huwa bihi) yang menjadi karakteristik utama yang mesti melekat pada ilmu.

Cek artikel terbaru dan menarik lainnya disini.

Bagikan informasi tentang Konsep Ilmu Dalam Islam kepada teman atau kerabat Anda.

Konsep Ilmu Dalam Islam | KARPETMASJID.CO.ID

Komentar dinonaktifkan: Konsep Ilmu Dalam Islam

Maaf, form komentar dinonaktifkan.

Temukan Kami

Facebook

Unable to display Facebook posts.
Show error

Error: API access disrupted. Go to the App Dashboard and complete Data Use Checkup.
Type: OAuthException
Code: 200
Please refer to our Error Message Reference.

Portofolio

Kontak