KONTAK KAMI | Butuh bantuan? Klik disini!
  • Hotline - 081317414739
  • SMS - 081317414739
  • Whatsapp - 081 317 414 739
  • hjkarpet@gmail.com
Beranda » Artikel Terbaru » Makanan Halal Dalam Persepktif Al-Qur’an

Makanan Halal Dalam Persepktif Al-Qur’an

Diposting pada 7 April 2022 oleh Ahmad Fairuz

Makanan Halal – Diantara cara makhluk hidup mempertahahankan hidupnya adalah dengan makan, demikian juga manusia. Makanan sangat berpengaruh terhadap kesehatan jasmani dan karakter manusia.

Pada fitrahnya manusia itu memiliki rasa bertuhan agar hidupnya mulia dan terhormat karena mengikuti aturan tuhan. Oleh karena itu, Islam mengajarkan manusia untuk mengkonkomsi yang halal lagi baik agar dapat mencapai kesalehan pribadi dan sosial.

Makanan atau tha’am dalam bahasa al-Qur’an adalah segala sesuatu yang dimakan atau dicicipi. Karena itu “minuman” pun termasuk dalam pengertian tha’am. Al-Qur’an surat al-Baqarah ayat 249 menggunakan kata syariba (minum) dan yath’am (makan) untuk objek yang berkaitan dengan air minum.

Pengertian Makanan Halal

Pengertian makanan halal dan thayyib dapat ditinjau dari aspek bahasa dan istilah. Dari segi bahasa, makanan berasal dari kata tha’am, aklun, dan ghidha’un yang berarti mencicipi sesuatu.

Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia makanan adalah segala bentuk yang dapat dicicipi dan dikonsumsi, seperti kue-kue, lauk pauk dan sebagainya.

Sedangkan halal berasal dari kata halla yahillu hallan wa halalan memiliki arti diizinkan, dibolehkan dan dihalalkan. Definisi makanan secara istilah dapat diartikan sebagai segala sesuatu yang dapat dikonsumsi, baik berasal dari darat maupun berasal dari laut.

Adapun makanan halal adalah makanan yang dibolehkan dalam syariat Islam untuk mengkonsumsinya, yakni sesuai dengan penjelasan al-Qur’an dan Hadis Nabi SAW.

Kategori Makanan Halal Dalam Islam

makanan halal

sumber : Pinterest

1. Halal secara zatnya

Makanan halal secara zatnya adalah makanan pada dasarnya halal untuk dikonsumsi. Makanan halal dan thayyib sangat banyak dari jenis-jenis makanan, dan sedikit dari jenis-jenis makanan yang haram mengkonsumsinya.

Karena ada dalil-dalil yang melarangnya dan ditetapkan kehalalannya di dalam al-Qur’an dan hadis. Seperti daging ayam, kambing, kerbau, buah kurma, buah apel dan lain sebagainya.

2. Halal secara memperolehnya

Makanan halal secara perolehannya adalah makanan yang didapatkan dengan cara yang benar. Seperti membeli, bekerja dan sebagainya. Agama Islam sangatlah memperhatikan makanan yang menjadi santapannya.

Islam menuntut agar menikmati segala sesuatu yang halal dan thayyib. Sesuatu tidak halal secara agama akan berpengaruh negatif terhadap kehidupan.

3. Halal secara pengolahannya

Segala sesuatu pada dasarnya dibolehkan, dan akan menjadi haram, dikarenakan pengolahannya yang tidak sesuai.

Seperti anggur yang semula halal, namun ketika diolah manjadi minuman keras, maka minuman tersebut diharamkan karena dapat merusak akal.

4. Halal secara penyajiannya

Makanan halal dan thayyib untuk dikonsumsi harus sesuai dengan cara penyajiannya, berikut ini penjelasannya:

  • Tidak terdapat segala sesuatu yang dikatagorikan kedalam benda/makanan yang najis menurut al-Qur’an maupun Hadis.
  • Tidak mencampurkan antara makanan yang sudah pasti halal dengan makanan yang belum jelas kehalalannya (Syubhat).

5. Halal secara prosesya

Makanan yang halal harus sesuai dengan proses memperolehnya yaitu dengan cara yang dibenarkan oleh syariat islam, contoh dengan tidak mencuri, merampok, dan sebagainya.

Bila prosesnya tidak sesuai dengan ketentuannya, maka makanan tersebut akan menjadi haram dikonsumsi.

Baca Juga: Adab Minum Dalam Islam

Jenis-Jenis Makanan

sumber : pinterest

Makanan Halal

Halal dalam bahasa Arab dijelaskan sebagai sesuatu yang baik, dibolehkan, dan sesuai hukum. Bagi umat muslim, makanan yang halal adalah yang didapat dan diolah sesuai dengan syariat Islam.

Tentu saja selain halal juga harus bergizi, agar bermanfaat bagi tubuh dan juga kesehatan. Adapun jenis-jenis makanan yang dihalalkan yaitu:

  1. Segala macam makanan yang tidak mengandung unsur menjijikkan dan kotor.
  2. Semua jenis makanan yang tidak mendatangkan mudrahat bagi kesehatan jasmani, moral dan akal.
  3. Semua jenis makanan yang tidak diharamkan di dalam AlQur’an dan Hadis.

Makanan Haram

haram berasal dari kata dalam bahasa Arab yang artinya sesuatu yang dilarang. Maka dapat disimpulkan makanan haram adalah makanan atau suatu benda yang haram dikonsumsi oleh manusia terutama umat islam dan apabila tetap mengkonsumsinya maka ia berdosa. Adapun jenis-jenis makanan yang haram meliputi dua jenis antara lain:

  1. Haram Lidzatihi (makanan yang haram karena zatnya). Yaitu makanan yang asal mulanya memang telah diharamkan oleh Al-Qur’an dan Hadis. Seperti daging babi, darah, binatang yang bertaring dan sebagainya
  2. Haram Lighairihi (makanan yang haram karena faktor eksternal). Yaitu makanan yang asal mulanya adalah hallal, akan tetapi berubah menjadi haram, karena adanya sebab yang tidak berkaitan dengan makanan tersebut. Seperti makanan dari mencuri, hasil riba, dan sebagainya.

Manfaat Mengkonsumsi Makanan  Halal

Makanan yang hallal adalah makanan yang dianjurkan Allah Swt. Dan bahkan itulah yang pantas bagi manusia yang mulia (ahsani taqwim). Dan para ulama telah memberikan informasi, agar tetap memberikan makanan yang hallal lagi baik, tidak tercampur (sekalipun dikit) yang haram.

Adapun manfaat mengkonsumsi makanan yang halal adalah sebagai berikut:

  1. Akan dimudahkan dan dikabulkan doanya, sebab di dalam tubuh terdapat makanan-makanan yang sesuai dengan kriteria diterimanya doanya oleh allah SWT.
  2. Dapat menjadi obat bagi kesehatan dan terhindar bagi penyakit-penyakit tubuh maupun penyakit hati.
  3. Akan dimudahkan dan diringankan dalam melaksanakan ibadah.
  4. Hati menjadi tentram, tenang. Dan membuat menjadi sosok Muslim yang sejati.
  5. Dapat menjadikan keturunan-keturunan yang baik dan soleh.
  6. Mendapatkan iman dan ketaqwaan kepada Allah SWT.

Cek artikel terbaru dan menarik lainnya disini.

Bagikan informasi tentang Makanan Halal Dalam Persepktif Al-Qur’an kepada teman atau kerabat Anda.

Makanan Halal Dalam Persepktif Al-Qur’an | KARPETMASJID.CO.ID

Komentar dinonaktifkan: Makanan Halal Dalam Persepktif Al-Qur’an

Maaf, form komentar dinonaktifkan.

Temukan Kami

Facebook

Unable to display Facebook posts.
Show error

Error: API access disrupted. Go to the App Dashboard and complete Data Use Checkup.
Type: OAuthException
Code: 200
Please refer to our Error Message Reference.

Portofolio

Kontak