KONTAK KAMI | Butuh bantuan? Klik disini!
  • Hotline - 081317414739
  • SMS - 081317414739
  • Whatsapp - 081 317 414 739
  • hjkarpet@gmail.com
Beranda » Artikel Terbaru » Sejarah Masjid Istiqlal, Masjid Terbesar Di Indonesia

Sejarah Masjid Istiqlal, Masjid Terbesar Di Indonesia

Diposting pada 26 November 2021 oleh Ahmad Fairuz

karpetmasjid.co.id – Sejarah Masjid Istiqlal, Masjid Istiqlal adalah masjid terbesar di Asia Tenggara. Masjid ini juga simbol toleransi antaragama karena lokasinya yang berseberangan dengan Gereja Katedral. masjid istiqlal

Sejarah Masjid Istiqlal

Masjid Istiqlal menempati area tanah seluar 9,5 hektar. Nama Istiqlal sendiri diambil dari bahasa Arab yang artinya merdeka. Rencana pembangunan Masjid Istiqlal telah muncul sejak tahun 1950-an.

Lokasi Masjid Istiqlal yang berada di sekitar Monumen Nasional (Monas) merupakan keinginan Presiden Soekarno. Dahulu, area tersebut dikenal sebagai Taman Wilhelmina.

Kawasan ini dikenal sebagai alun-alun Jakarta pada masa itu. “Soekarno juga ingin masjid dibangun dekat dengan Gereja Katedral untuk melambangkan toleransi beragama,” ujar Maria Ester, pemandu tur Wisata Bhineka.

Menurut wanita yang akrab disapa Ibek ini, Mohammad Hatta sempat tak setuju dengan keinginan Presiden Soekarno. Namun, setelah bermusyawarah, kesepakatan pun diambil untuk membangun Masjid Istiqlal di kawasan Taman Wilhelmina ini.

Kemudian, pada tahun 1955, Presiden Soekarno mengadakan sayembara untuk mencari desain masjid ini. Dari 30 peserta, disaringlah hingga menjadi lima finalis. Akhirnya pada Juli 1955, dewan juri menetapkan Friedrich Silaban sebagai pemenang yang berhak menggunakan desainnya untuk jadi desain Masjid Istiqlal.

“Uniknya, Friedrich ini adalah seorang Kristen Protestan. Tapi dia berhasil menang dengan tema desainnya yang bertemakan Ketuhanan,” tutur Ibek.

Menurutnya, Friedrich berkeliling ke seluruh Indonesia dan melihat beberapa masjid di dunia untuk mempelajari desainnya. “Juga agar sesuai dengan prinsip-prinsip Islam,” lanjutnya.

Setelah penetapan Friedrich Silaban sebagai arsitek, pembangunan pun mulai dilakukan. Pemancangan tiang pertama dilakukan pada 1961 oleh Presiden Soekarno.

Namun, pembangunan masjid ini berlangsung cukup lama. Berbagai gejolak politik dan ekonomi yang melanda Indonesia kala itu menghambat proses pembangunan. Menurut Ibek, ketiadaan dana akibat krisis moneter yang dialami Indonesia pada tahun 1960-an.

Total waktu yang dibutuhkan untuk membangun Masjid Istiqlal adalah sekitar 17 tahun. Masjid selesai dibangun pada 1978 dan diresmikan oleh Presiden Soeharto.

Penuh Simbol Islam

Dalam pembangunannya, Friedrich memasukkan banyak simbol-simbol berkaitan dengan Islam dan Indonesia ke dalam desainnya. Salah satunya adalah luas kubah masjid.

Kubah Masjid Istiqlal memiliki diameter sekitar 45 meter. Adapun angka 45 ini melambangkan tahun kemerdekaan Indonesia. Dalam kubah tersebut juga terdapat ukiran ayat kursi yang melingkari kubah.

“Masjid ini juga ditopang sama 12 tiang. Angka 12 ini melambangkan hari kelahiran Nabi Muhammad yang jatuh di tanggal 12 Rabiul Awwal,” jelas Ibek.

Selain itu, Masjid Istiqlal juga memiliki empat lantai balkon dan satu lantai dasar. Kelima lantai ini melambangkan 5 Rukun Islam, jumlah salat wajib dalam sehari, serta jumlah sila dalam Pancasila. Lalu di bagian luar masjid, terdapat menara yang memiliki tinggi 6.666 sentimeter.

Angka ini melambangkan keseluruhan jumlah ayat dalam Al Quran. Masjid Istiqlal hanya memiliki satu menara. Konon menara ini memang hanya ada satu untuk melambangkan tanda keesaan Allah.

Di Masjid ini juga terdapat bedug raksasa yang terbuat dari pohon kayu meranti. Bedug raksasa ini berusia sekitar 300 tahun. Ada yang unik di bedug tersebut. Di bagian sisi dari bedug tersebut, terdapat ukiran kaligrafi berbahasa Arab gundul.

Namun jika diperhatikan lagi, kaligrafi tersebut menyerupai sosok Semar dalam dunia perwayangan Jawa. Kamu yang ingin mengunjungi Masjid Istiqlal bisa berkunjung kapan saja.

Bahkan non-muslim sekalipun diperbolehkan untuk masuk. Syaratnya, hanya menggunakan pakaian yang sopan dan tertutup. Artinya tidak boleh pakai celana pendek atau baju tak berlengan. Itulah artikel sejarah Masjid Istiqlal, semoga artikel ini menambah wawasan kita.

Sumber : https://travel.kompas.com/

Bagikan informasi tentang Sejarah Masjid Istiqlal, Masjid Terbesar Di Indonesia kepada teman atau kerabat Anda.

Sejarah Masjid Istiqlal, Masjid Terbesar Di Indonesia | KARPETMASJID.CO.ID

Komentar dinonaktifkan: Sejarah Masjid Istiqlal, Masjid Terbesar Di Indonesia

Maaf, form komentar dinonaktifkan.

Temukan Kami

Facebook

Unable to display Facebook posts.
Show error

Error: API access disrupted. Go to the App Dashboard and complete Data Use Checkup.
Type: OAuthException
Code: 200
Please refer to our Error Message Reference.

Portofolio

Kontak