KONTAK KAMI | Butuh bantuan? Klik disini!
  • Hotline - 081317414739
  • SMS - 081317414739
  • Whatsapp - 081 317 414 739
  • hjkarpet@gmail.com
Beranda » Artikel Terbaru » Sejarah Masuk dan Berkembangnya Islam di Nusantara

Sejarah Masuk dan Berkembangnya Islam di Nusantara

Diposting pada 12 April 2022 oleh Ahmad Fairuz

Mengenai masuk dan berkembangnya Islam di wilayah Nusantara, para ahli masih bersilang pendapat. Kapan masuk dan oleh siapa Islam dibawa ke wilayah Nusantara, belum ada ahli yang menjawabnya secara pasti.

Namun, menurut perkiraan banyak pihak , Islam mulai masukdi wilayah Nusantara sekitar abad ke-8 M melalui para pedagang Islam.

Islam sebagai agama masuk ke wilayah Nusantara diterima oleh penduduk setempat atas kesadaransendiri tanpa ada paksaan. Masuknya Islam sebagai penutan telah memperkaya budaya asli Nusantara.

Pengaruh Islam telah membawa kemajuan dalam berbagai bidang terutama setelah tumbuh dan berkembangnya kerajaan-kerajaan yang bercorak Islam Nusantara.

Proses Masuk dan Berkembangnya Islam

berkembangnya islam di nusantara

peta jalurs masuknya islam ke nusantara

Proses masuknya Islam di wilayah Nusantara tidak lepas dari kegiatan perdagangan. Kepulauan Nusantara yang terkenal berbagai hasil buminya, menjadi daya tarik bagi para pedagang dari berbagai bangsa.

Anara lain Cina, India,Arab, Persia. Mereka berdatangan ke Kepulauan Nusantara untuk berdagang. Kedatangan mereka melalui Selat Malaka yang lambat laun tumbuh dan berkembang sebagai salah satu jalur perdagangan internasional.

Melalui Selat Malaka para pedagang mengunjungi pusat-pusat perdagangan, antara lain di Pulau Jawa, misalnya Jepara, tuban, Gresik.

Dari sana pelayaran dilanjutkan seperti ke Banjarmasin,Goa,Ambon, dan Ternate yang dikenal sebagai pusat penghasil rempah-rempah.

Melalui hubungan dagang itulah, pedagang Persia,Arab, Gujarat yang telah memeluk agama Islam dapat memperkenalkan agama dan budaya Islam kepada penduduk Nusantara.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa masuknya Islam di Nusantara berlangsung secara damaimelalui hubungan perdagangan.

Hanya saja persoalan “kapan” agama Islam mula pertama diperkenalkan belum dapat diketahui secara pasti. Hal ini sangat berkaitan antara lain soal keletakan setiap wilayah secara geografis.

Baca Juga: Kerajaan-Kerajaan Islam di Indonesia

1) Jalur perdagangan

Para pedagang Muslim dari Arab, Gujarat, Persia yang berdatangan di wilayah Nusantara umumnya tinggal selama berbulan-bulan di pusat-pusat perdagangan.

Sambil menunggu angina musim yang baik untuk berlayar kembali ke Negara asal, kesempatan itu dimanfaatkan untuk mengadakan transaksi dengan para pedagang setempat.

Pusat perdagangan di pantai atau pelabuhan merupakan terminal dan tempat penghubung dengan daerah-daerah pedalaman.

Pelabuhan pada umumnya terletak di muara sungai, karenanya hubungan dagang dengan daerah pedalaman lebih banyak dilakukan melalui sungai.

Mula-mula para pedagang hanya menyebarkan Islam pada masyarakat pelabuhan, tetapi karena transaksi dagang masyarakat pedalaman dengan masyarakat pesisir berlangsung terus menerus. Maka lama kelamaan dakwah Islamiyah dapat disampaikan hingga ke wilayah masyarakat pedalaman.

2). Jalur Dakwah

Kehadiran makam Muslim di Trowulan sebagaimana tersebut dalam angkaangka tahun wafat di atas, telah menarik perhatian tentang kemungkinan adanya masyarakat Muslim di dekat pusat kekuasaan Kerajaan Majapahit.

Pusat-pusat perdagangan di pesisir Utara Jawa, yakni Gresik, Jepara, Cirebon, Banten, sejak akhir abad ke-15 M dan permulaan abad ke 16 M telah menunjukkan kegiatan keagamaan oleh para wali di Jawa, hingga kemudian lahirnya kerajaan Islam Demak.

Sejak itu, perkembangan wilayah pengaruh Islam di Jawa telah dapat berperan secara politik. Sesuai dengan ajaran agama Islam, setiap Muslim adalah “dai”.

Para muballigh, guru agama Islam mempunyai tugas khusus menyiarkan agama Islam . Keberadaan mereka secara khusus telah mempercepat rposes berkembangnya wilayah pengaruh Islam, antara lain melalui strategi mendirikan pesantren Islam.

Di Pulau Jawa, penyiaran agama Islam dilakukan terutama oleh para wali yang dikenal dengan sebutan Walisongo. Strategi dakwah yang mereka terapkan telah berhasil meluaskan wilayah pengaruh Islam ke Banjarmasin, Hitu, Ternate, Tidore, serta Lombok.

3) Jalur Perkawinan

Semakin berkembangnya perdagangan, semakin banyak pula para pedagang Islam dari Persia , Arab, Gujarat yang datang ke Nusantara, bahkan banyak di antara mereka yang kemudian menetap di berbagai wilayah Nusantara.

Letak Kerajaan Goa Tallo di semenanjung barat daya pula Sulawesi sangat strategis dilihat dari sudut perdagangan rempah-rempah di Kepulauan Nusantara ini.

Sebagai suatu daerah pelabuhan transito, Kerajaan Goa-Tallo memainkan peranan penting. Di sekitar tahun 1600 M,rempah-rempah yang dapat dibeli di pelabuhan ini seringkali lebih murah daripada di Maluku sendiri.

Daerah pemukiman mereka disebut Pekojan. Banyak di antara mereka kemudian menikah dengan anggota masyarakat setempat.

Jika wanita yang dinikahinya itu berasal dari golongan elite, setidaknya akan berpengaruh dan mendukung bagi proses dakwah Islamiyah terhadap masyarakat.

4). Jalur Kesenian

Penyebaran agama Islam dengan menggunakan sarana kesenian, disesuaikan denagan kondisi pada masanya.

Saat itu kebudayaan pra Islam (pra Sejarah, klasik) masih sangat kuat dan menyebabkan para mubaligh memanfaatkan kesenian sebagai sarana syiar agama.

Misalnya, di Jawa menggunakan wayang kulit, gamelan, dan sebagainya. Melalui jalur-jalur di atas setidaknya proses perluasan wilayah Muslim di Nusantara mengalami perkembagan, hingga kemudian Islam sebagai agama sebagai mayoritas panutan bagi masyarakat di wilayah budaya Nusantara.

Cek artikel terbaru dan menarik lainnya disini.

Bagikan informasi tentang Sejarah Masuk dan Berkembangnya Islam di Nusantara kepada teman atau kerabat Anda.

Sejarah Masuk dan Berkembangnya Islam di Nusantara | KARPETMASJID.CO.ID

Komentar dinonaktifkan: Sejarah Masuk dan Berkembangnya Islam di Nusantara

Maaf, form komentar dinonaktifkan.

Temukan Kami

Facebook

Unable to display Facebook posts.
Show error

Error: API access disrupted. Go to the App Dashboard and complete Data Use Checkup.
Type: OAuthException
Code: 200
Please refer to our Error Message Reference.

Portofolio

Kontak